Jogjakarta, sebuah daerah
istimewa yang merupakan salah satu destinasi
wisata utama di Indonesia. Tentu saja banyak obyek wisata di kota ini, mulai
dari pantai, gurun, gunung, candi, danau, embung, dan lain lain yang menjadi
daya tarik wisatawan manca maupun local untuk berkunjung kesini. Belakangan ini
banyak sekali kawula muda Jogja yang doyan banget dolan, kalau bahasa kerennya
sih “nge-trip” atau “halan – halan”. Bahkan sampai ada tagline “My Trip My
Adventure” dan “Jangan panik mari piknik” yang ngehitz banget di instagram. Kali
ini aku mau cerita tentang pengalaman ku rekreasi ke beberapa tempat biar aku
gak kalah eksis, biar ngehitz dan biar kekinian wkw
. Tapi mungkin obyek
rekreasi ku sedikit berbeda. Anti mainstream dong. “Emang rekreasi kemana sih??”
kepoooo, eh ngga ding bercanda hehe. Jawabannya rekreasi ke perpustakaan. Wait,
jangan heran dulu, please, aku bisa jelasin kok. Kenapa aku bilang perpustakaan
itu tempat rekreasi, karena menurut ku salah satu cara menyegarkan pikiran
kembali adalah dengan mengunjungi tempat seperti ini. Tempat nyaman dimana kita
bisa membaca buku dan bisa melihat dunia
yang belum pernah kita temui sebelumnya. Tentu saja wawasan kita akan banyak
bertambah.
Kali ini , aku dan teman –
teman mengunjungi perpustakaan Balai Bahasa Yogyakarta atau BBY. Perpustakaan BBY
terletak di Jalan I Dewa Nyoman Oka No.34, Yogyakarta. Perpustakaan BBY
terletak dilantai 2, jadi kalau kesana langsung saja ke lantai 2, jangan lupa
lewat tangga yaa
. Perpustakaan BBY menyediakan koleksi kebahasaan, kesastraan,
dan ilmu pengetahuan yang lain sebagai pendukung pengkajian. Hampir 80%
koleksinya adalah koleksi kebahasaan dan kesusastraan. Cocok nih buat kalian
yang nyeni :D . Jenis koleksinya antara lain buku teks, karya ilmiah,
referensi, manuskrip dan transliterasi, fiksi, majalah bahasa Jawa, kliping, bahkan
e-book. Jumlah koleksinya sendiri ada sekitar 20.000 judul. Masyarakat umum
boleh memanfaatkan koleksi yang ada disini tanpa menjadi anggota perpustakaan,hanya
saja koleksinya tidak boleh dipinjam dibawa pulang alias hanya dibaca disana.
![]() |
| rak koleksi sastra dan bahasa di perpus BBY |
Untuk sistem penelusuran
koleksi, perpustakaan BBY sudah mempunyai OPAC tetapi juga masih ada katalog kartu
tradisional, terserah kalian mau pakai yang mana,
![]() |
| OPAC |
![]() |
| Kartu katalog |
Koleksi target buruan
kami pada hari itu adalah manuskrip aksara jawa, maklum kami bertandang kesana
dalam rangka kunjungan mata kuliah katalogisasi Literatur Aksara Jawa.
Berdasarkan keterangan Ibu Kepala Perpustakaan BBY, jumlah manuskrip disini ada
130 naskah manuskrip dan 250 koleksi jawa cetak. Manuskrip disini keren banget, ada yang sudah
berumur ratusan tahun, bahkan kalau tidak salah ada yang ditulis pada tahun
1300san. Sampai - sampai aku tidak tega nyentuh karena sepertinya sudah rapuh,
hehe. Karena sudah rapuh, ada tata cara sendiri dalam memperlakukan manuskrip
dan disini kami diajarkan cara cara memperlakukan manuskrip kuno agar tidak
rusak. Tapi, walaupun manuskrip sudah lanjut usia, tulisan dalam manuskrip itu
masih terbaca jelas dan sangat rapi. WOW ! Coba saja kalau tidak ada para
pustakawan yang merawat manuskrip manuskrip ini, pasti cuma tinggal kenangan :’
termakasih bapak ibu pustakawan
. Hehee. Sekarang manuskrip sudah di olah
menjadi ke dalam bentuk digital juga :D jadi para pemustaka bisa menggunakan
yang format digital sehingga manuskrip aslinya bisa awet. Pengguna manuskrip di
perpustakaan BBY kebanyakan adalah sastrawan dan para mahasiswa filologi.
ini dia contoh manuskrip di Perpustakaan BBY





Tidak ada komentar:
Posting Komentar