Minggu, 29 Maret 2015

Ayo rekreasi ke perpustakaan : Perpustakaan Balai Bahasa Yogyakarta


Jogjakarta, sebuah daerah istimewa yang  merupakan salah satu destinasi wisata utama di Indonesia. Tentu saja banyak obyek wisata di kota ini, mulai dari pantai, gurun, gunung, candi, danau, embung, dan lain lain yang menjadi daya tarik wisatawan manca maupun local untuk berkunjung kesini. Belakangan ini banyak sekali kawula muda Jogja yang doyan banget dolan, kalau bahasa kerennya sih “nge-trip” atau “halan – halan”. Bahkan sampai ada tagline “My Trip My Adventure” dan “Jangan panik mari piknik” yang ngehitz banget di instagram. Kali ini aku mau cerita tentang pengalaman ku rekreasi ke beberapa tempat biar aku gak kalah eksis, biar ngehitz dan biar kekinian wkw . Tapi mungkin obyek rekreasi ku sedikit berbeda. Anti mainstream dong. “Emang rekreasi kemana sih??” kepoooo, eh ngga ding bercanda hehe. Jawabannya rekreasi ke perpustakaan. Wait, jangan heran dulu, please, aku bisa jelasin kok. Kenapa aku bilang perpustakaan itu tempat rekreasi, karena menurut ku salah satu cara menyegarkan pikiran kembali adalah dengan mengunjungi tempat seperti ini. Tempat nyaman dimana kita bisa membaca buku dan  bisa melihat dunia yang belum pernah kita temui sebelumnya. Tentu saja wawasan kita akan banyak bertambah.

Kali ini , aku dan teman – teman mengunjungi perpustakaan Balai Bahasa Yogyakarta atau BBY. Perpustakaan BBY terletak di Jalan I Dewa Nyoman Oka No.34, Yogyakarta. Perpustakaan BBY terletak dilantai 2, jadi kalau kesana langsung saja ke lantai 2, jangan lupa lewat tangga yaa . Perpustakaan BBY menyediakan koleksi kebahasaan, kesastraan, dan ilmu pengetahuan yang lain sebagai pendukung pengkajian. Hampir 80% koleksinya adalah koleksi kebahasaan dan kesusastraan. Cocok nih buat kalian yang nyeni :D . Jenis koleksinya antara lain buku teks, karya ilmiah, referensi, manuskrip dan transliterasi, fiksi, majalah bahasa Jawa, kliping, bahkan e-book. Jumlah koleksinya sendiri ada sekitar 20.000 judul. Masyarakat umum boleh memanfaatkan koleksi yang ada disini tanpa menjadi anggota perpustakaan,hanya saja koleksinya tidak boleh dipinjam dibawa pulang alias hanya dibaca disana.

rak koleksi sastra dan bahasa di perpus BBY

Untuk sistem penelusuran koleksi, perpustakaan BBY sudah mempunyai OPAC tetapi juga masih ada katalog kartu tradisional, terserah kalian mau pakai yang mana, 

OPAC
Kartu katalog

Koleksi target buruan kami pada hari itu adalah manuskrip aksara jawa, maklum kami bertandang kesana dalam rangka kunjungan mata kuliah katalogisasi Literatur Aksara Jawa. Berdasarkan keterangan Ibu Kepala Perpustakaan BBY, jumlah manuskrip disini ada 130 naskah manuskrip dan 250 koleksi jawa cetak.  Manuskrip disini keren banget, ada yang sudah berumur ratusan tahun, bahkan kalau tidak salah ada yang ditulis pada tahun 1300san. Sampai - sampai aku tidak tega nyentuh karena sepertinya sudah rapuh, hehe. Karena sudah rapuh, ada tata cara sendiri dalam memperlakukan manuskrip dan disini kami diajarkan cara cara memperlakukan manuskrip kuno agar tidak rusak. Tapi, walaupun manuskrip sudah lanjut usia, tulisan dalam manuskrip itu masih terbaca jelas dan sangat rapi. WOW ! Coba saja kalau tidak ada para pustakawan yang merawat manuskrip manuskrip ini, pasti cuma tinggal kenangan :’ termakasih bapak ibu pustakawan . Hehee. Sekarang manuskrip sudah di olah menjadi ke dalam bentuk digital juga :D jadi para pemustaka bisa menggunakan yang format digital sehingga manuskrip aslinya bisa awet. Pengguna manuskrip di perpustakaan BBY kebanyakan adalah sastrawan dan para mahasiswa filologi. 
ini dia contoh manuskrip di Perpustakaan BBY 



Sabtu, 14 Maret 2015

Jadilah penonton yang bijak, acara TV yang layak ditonton...


          Televisi (TV), sebuah kotak berisi gambar dan suara yang difungsikan manusia untuk sekedar mencari hiburan dan ada pula yang memanfaatkannya untuk memburu informasi. Di jaman seperti ini, TV sudah jadi barang umum dikalangan masyarakat , bahkan setiap rumah sudah punya TV, gak cuma satu, bahkan ada yang punya dua atau empat TV. Rasanya belum lengkap kalau rumah belum punya tv, bahkan anak kos-an pun selalu berharap punya tv di kos-an nya biar ada hiburan, hehe.
         Seminggu yang lalu adalah kali pertama aku rajin lagi nonton TV. Kenapa? Karena ada tugas kuliah yang mengharuskan untuk menonton TV selama seminggu. Awalnya sih mikir “Wah kalau nonton TV sih gak dijadiin tugas wajib juga mau tiap hari nonton tv. Gampang”, tapi ternyata enggak gampang… Selama ini aku cuma nonton TV kalau pas siaran favorit tayang aja, misal pas ada Doraemon, Harry Potter, My Trip My Adventure, On The Spot, dll, nah kalau pas iklan langsung diganti ke chanel lain, maklum, enggak hobi nonton iklan. Hehe. Beda nya, di tugas kuliah itu harus nonton 10 genre siaran TV dan masing masing genre disebutin acara yang paling baik dan yang buruk, jadi total minimal ada 20 acara TV yang harus ditonton. Disitu aku mulai bingung milih mana yang baik dan mana yang buruk, karena acara TV itu banyak banget, misal acara infotaiment nah disetiap stasiun TV pasti punya acara infotaiment, bahkan 1 satsiun TV bisa punya 3 acara infotaiment. Mau tidak mau biar bisa membandingkan harus nonton semua walaupun sekilas sekilas, hehe. Bayangkan, kalau disuruh mengamati 10 genre acara TV sedangkan disetiap stasiun TV mempunyai acara yang bergenre sama lebih dari 1 acara, berapa acara yang harus ditonton? Banyak. Banyak pilihan bikin aku jadi bingung. Aku malas kalau bingung. Haha.  Tapi , aku tidak boleh menyerah, aku harus melawan rasa malasku demi kesejahteraan bersama*eh :v.
         Setelah mencermati beberapa acara TV ternyata ada acara yang baik dan buruk. Namanya juga hidup, semua berpasangan, diantara yang buruk pasti ada yang baik dan begitu juga sebaliknya. Jadi, tidak benar kalau masyarakat menjudge televisi itu buruk dan tidak patut di tonton. Tidak benar pula orang tua melarang anaknya menonton TV dengan alasan tidak ada acara yang bagus. Harusnya orangtua tidak melarang, tapi membatasi,  mengarahkan, mengawasi dan mendampingi anak nya menonton TV. Masih ada acara anak yang bagus, edukatif, informative dan menghibur seperti Upin & Ipin. Walaupun kartun ini menggunakan bahasa Melayu, tapi anak – anak masih bisa memahami nya karena adanya subtitle bahasa Indonesia.

      Untuk usia remaja keatas, ada beberapa acara TV yang menurutku, layak untuk ditonton. Kadar kelayakan disini diukur dengan apakah acara tersebut memuat unsur edukatif, informative, inspiratif, menghibur, dan ada tidaknya bullying, pornografi, kekerasan , serta bias gender. Berikut ini beberapa acara yang layak yang saya maksut yaitu Kick Andi, Hitam putih, Mario Teguh Golden ways, Indonesia Lawak Klub (ILK) , Newstar, Lensa Olahraga, Seputar Indonesia, Islam itu indah. Yang tidak ku sebutkan tidak berarti acaranya buruk, masih banyak acara TV yang bagus diluar yang kusebutkan diatas. Semua kembali pada anda, jadilah penonton yang cerdas dan bijak, Ketika menonton TV, ambilah sisi positif nya saja, pilahlah informasi apa yang perlu anda terima  dan  pilihlah tontonan yang bermanfaat ya kawan ...
.        

Jumat, 06 Maret 2015

Aku hidup bersama mereka, my organization, my community

            Sebagai mahkluk social, manusia selalu membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupan. Karena hakikat itulah timbul yang namanya organisasi atau komunitas. Tentunya organisasi dan komunitas ini terbentuk karena adanya kesamaan minat, tujuan dan factor saling membutuhkan. Nah, kali ini aku akan menceritakan sedikit tentang pengalamanku dalam berorganisasi.
GEMMA  adalah pantulan bunyi yang diterima oleh pendengar beberapa saat setelah bunyi langsung. Eh bukan, bukan, yang itu gema yang “m” nya gak dobel. GEMMA disini adalah akronim dari Generasi Muda Metuk Aktif yaitu organisasi karang taruna di dusun ku, Metuk. Organisasi ini beranggotakan remaja dusun Metuk yang berusia antara kelas 9 smp sampai berapa aja, asal belum nikah. Hehe. Organisasi ini berperan sebagai wadah aspirasi remaja, mempererat silaturohmi serta rasa kekeluargaan antar pemuda – pemudi dan bersama sama dengan seluruh warga desa berupaya untuk mengembangkan dan memajukan desa . 

Sesuai dengan namanya, Generasi Muda Metuk Aktif, organisasi ini pun sering melakukan kegiatan – 
kegiatan seperti rapat, arisan, piknik bareng, kerja bakti, jalan sehat, pentas seni, aneka lomba, dan bahkan sukses mengadakan TURBOVOME (TUrnamen BOla Volley MEtuk) yang diikuti oleh sekitar 30-an desa di Bantul yang sudah berlangsung dua kali, semoga tahun ini GEMMA bisa mengadakan TURBOVOME#3. Aamiin !! selain itu, tahun kemarin dusun kami juga di percaya untuk melaksanakan turnamen bola volley remaja u-17 antar club se kabupaten Bantul . Tentunya kegiatan – kegiatan tersebut tidak akan terwujud tanpa dukungan dan partisipasi seluruh warga dusun Metuk orang – orang baik lainnya yang sudah ikut membantu . Selain itu, GEMMA juga mempunyai klub sepak bola yang sudah berkali kali meraih juara di turnamen sepak bola se kecamatan dan ada juga club volley yang meraih juara 4 di turnamen Klisat tahun lalu. Yang saya sukai dari GEMMA adalah kekompakan, solidaritas yang tinggi dan kerja kerasnya. Anggotanya asik asik, baik baik. Hehee,. Saya bergabung di GEMMA sejak kelas 8SMP, kira kira tahun 2009 jadi sudah banyak sekali kegiatan – kegiatan yang saya lakukan bersama mereka. Unforgetable deh
Yang kedua, aku mengikuti sebuah komunitas namanya Potterheads. Apa itu Potterheads? Kepala kepala potter kah? Hmmm…menurut Wiktionary sih begini : 
"Potterhead (plural Potterheads) =  One who loves the Harry Potter series of books, especially to a fanatical degree."
Ah gampangnya Potterheads itu komunitas pecinta Harry Potter series yang bisa dibilang fanatic. Tapi aku belum termasuk fanatic sih ._. Potterheads ini aktif di social media seperti facebook dan twitter dan  juga merambah ke BBM, whatsapp hingga blog dan juga sampai ke dunia nyata. Di facebook, ada ribuan fanspage Harry Potter yang dibuat oleh para potterhead. Untuk di Indonesia, Potterhead tergabung di Harry Potter Freaks Indonesia. Nah disana nanti ada sub group nya, HPFI Jakarta, Jogja, Surabaya, dan lain – lain. Di komunitas ini, kami saling sharing tentang film Harry Potter, dari hal remeh sampai ke hal paling detail. Tapi bukan berarti kami hanya membicarakan tentang Harry Potter saja, kami juga sering sharing soal masalah sekolah dan lain sebagainya. Menjadi Potterhead bukan berarti kami mengagumi sihir. Ya, pernah waktu itu ada yang bilang kalau Harry Potter itu ngajarin sihir, dan sihir itu dosa. Begini, kami lebih memandang Harry Potter dari segi filmnya, alur ceritanya yang keren, efek film yang luar biasa, imajinasi fantastis sang penulis, persahabatannya. Cerita fiksi Harry Potter itu sangat luar biasa, Mom Jo menulis Harry Potter dengan penuh pertimbangan dan sangat detail.
Dari komunitas ini, aku banyak mendapatkan teman seperti Erma, Alvi, Rina, Lala, Yudha dan masih banyak lagi. Oh iya, untuk HPFI jogja, sudah mengadakan beberapa gathering loh. Walaupun yang di Jogja anggotanya tidak terlalu banyak. Hehe. Anggota potterhead ini kebanyakan konyol, suka ngelawak, asik, dan ramah dan kreatif :D . Tak jarang ada perlombaan – perlombaan yang diadakan dan ternyata banyak Potterhead yang bisa bikin Fanfiction Hary Potter keren, dan bikin meme comics juga.
Sekian dulu yang bisa aku bagi, lain kali kalau inspirasi baru sudah terbit kita sambung lagi : Terimakasih 

#IDKS #IDKS #IDKS