Assalamualaikum
readers 
Kring kring kring ada sepeda, sepeda ku roda dua, kudapat dari Ayah , karena aku yang minta, hehee..
Sepeda..Siapa yang belum pernah naik sepeda? Walaupun sekarang sudah banyak ditinggalkan, namun rasanya hampir sebagian besar populasi manusia di bumi sudah pernah dan bisa mengendarai sepeda. Kecuali mereka yang tinggal di wilayah yang kurang mendukung, seperti di gunung misalnya. Kan tanjakannya tinggi – tinggi dan banyak tuh, kebayang dong capeknya kayak apa , hehe. Bersepeda adalah salah satu olahraga yang menyehatkan, ramah lingkungan sekaligus murah. Waktu yang tepat untuk mengayuh sepedamu adalah di pagi hari selepas subuh karena udara masih segaaar, fresh, sejuk dan asri tanpa yuna haha. Selain itu bisa saat sore hari selepas ashar dan mencari spot terbaik untuk menikmati cakrawala di kala sunset. Goes dimalam hari juga gak kalah asiknya dong, kayuh pelan - pelan susuri jalanan kota, kemudian mampir di angkringan, nikmati suasana hangat malam yang bermandikan cahaya warna warni lampu kota ditambah gojekan bersama teman – teman. Ahh beautiful night…
Aku dan teman-teman sering bersepada bersama, istilah jowonya sih "pit - pitan". Aku sudah pernah mengayuh sepeda sampai ke pantai parangtritis, kwaru, tamansari, alun - alun kidul, paseban, pandan sari dan lain - lain. Belum
lama ini, aku dan teman - teman
bersepeda bersama ke kawasan hutan bakau di daerah Baros. Kami berangkat dari
rumah jam 05.00 pagi dan hanya berbekal air minum secukupnya. Tapi aku gak bawa
sih, cukup minta aja, hehe. Jalanan masih sepi, dedaunan masih dibasahi embun, pemandangan
masih sedikit berkabut tapi belum ada asap kendaraan bermotor, hmmm seger
pokoknya. Pemandangannya di dominasi warna kehijauan sawah yang terhampar dan
pegunungan seribu yang membujur disebelah timur. Ternyata pemandagan pagi itu
seindah ini ya, jadi gak kerasa capek ngayuh sepeda sejauh ini. Kalau pakai motor atau mobil pasti kurang bisa menikmati pemandangan di perjalanan kaya gini.
Seperti
kehidupan, jalanan yang kami lalui tidak selamanya mulus. Ada beberapa tanjakan
yang harus dilalui namun setelahnya selalu ada turunan yang bisa bikin sepeda meluncur jauh dan gak perlu ngayuh lagi. Semakin mendekati hutan bakau, kanan kiri jalan terhampar
sawah, jalanan makin tidak terkontrol, bergelombang, dan banyak genangan air,
tapi lagi lagi pemandangannya bagus. Disinilah kesabaran saya diuji. Saat sudah
di kawasan mangrove, kami melalui jalan setapak yang becek, bahkan sepeda tidak
bisa dinaiki karena jalan terlalu becek dan kecil, (berasa offroad haha) aku
terpeleset sampai dua kali dan sandal ku jebol. Wahh, padahal jauh banget dari
warung, ahyasudahlah, dan berakhir dengan diketawain anak – anak kecil lokal
sana karena sandal jebol. Duhh malu. Untungnya, tujuan akhir sudah
tinggal beberapa langkah kaki lagi. Ahhhh, pantai, pantai, pantai! Suasananya masih
sepi, kami beristirahat sebentar di sebuah gubuk dan digubuk itu aku menemukan
keajaiban, jawaban dari doa ku kepada Allah. Alhamdulillah. “Emang nemuin apa
sih?” Nemu sandal, iya sandal! Bisa pas gitu, sandalku yang putus yang sebelah
kanan, dan aku nemu sandal bekas yang cuma sebelah kanan aja. Ah bahagia memang
sederhana, akhirnya gak jadi pulang nyeker walaupun harus pulang dengan sandal
slewah, tetap bersyukur dan jangan lupa tetap bahagia, haha.
. Go Go sepeda !!
"Aku benci polusi, aku tak tahan lagi, biarkan sepeda temani alam waktunya kita beraksi!" Potongan lirik lagu Van De Skamaffia yang berjudal Last Friday Ride..Selalu ada keasikan tersendiri saat kamu mengayuh pedalmu
![]() |
| Hai sawah |
![]() |
| Akhirnya sampai disini...tujuan akhir sepedaan kali ini |
![]() |
| Pulangnya pakai sendal slewah, kaki juga kotor banget hihi, |





Tidak ada komentar:
Posting Komentar