Jumat, 20 Februari 2015

My inspiration : iklan tv yang memberi inspirasi


Saat diharuskan menjawab pertanyaan “Siapa yang menjadi inspirator mu?” pikiranku melayang – layang sebentar hingga hinggap dua wajah. Wajah kedua orang tuaku. Yaa, tak bisa dipungkiri, sebagian besar akan menjawab dengan jawaban itu karena memang peran dan jasa orang tua dalam hidup kita terlampau besar. Mereka adalah idola, motivator sekaligus inspirator anak – anaknya.  Tapi kali ini aku tidak ingin membahas ayah dan ibuku, bukan aku tidak ingin membahasnya, hanya saja kata - kata yang ku susun tak akan mampu menggambarkan betapa berharganya mereka bagiku. I Love you Bapak, ibuk , uang jajan nambah yaa *eh hehe.

Bagiku, sebenarnya inspirasi bisa datang dari apa saja. Termasuk dari hal – hal kecil. Sebagai mahasiswa haus hiburan, banyak waktu luang yang ku habiskan di depan tv. Jangan anggap sepele, itu butuh banyak perjuangan, harus berebut dengan adek yang hobinya nonton upin ipin, ibuk yang hobi nonton sinetron dan bapak yang suka lihat berita. Duh, oke balik lagi, Selama bertahun – tahun jadi penonton setia tv, ada beberapa iklan favorit yang juga menginspirasi kita. Kita? Oke maaf, aku. Setidaknya menginspirasi diriku sendiri.
Inilah 7 iklan yang paling menginspirasi versi ku. Eh ga 7 ding, 2 aja.

Warning : postingan ini sama sekali tidak bermaksud untuk mempromosikan produk tertentu karena tidak dibayar. hehe

1.      Que sera sera
klik disini untuk melihat video iklan
When I was just a little girl,
I asked my mother, "What will I be?
Will I be pretty? Will I be rich?"
Here's what she said to me:
"Que sera, sera, Whatever will be, will be;
The future's not ours to see.
Que sera, sera, What will be, will be.

Awal tau iklan ini dari kawan yang ada di Kalimantan dan pertama kali liat langsung terharu. Que sera sera itu artinya apa yang terjadi terjadilah. Di iklan ini lagu Que sera sera di cover oleh anak anak kecil yang berkebutuhan khusus. Lirik dalam lagu ini biasa, namun justru karena sederhana, menarik dan bermakna, lagu ini secara ajaib dapat menggetarkan hati. Lagu di iklan ini menjadi lagu ungkapan perasaan keingin tahuan dan kecemasan tentang masa depan, tapi disisi lain lagu ini menginspirasi ku lewat lirik “what ever will be will be, the future’s not ours to see” yang setidaknya mewakili makna “apa yang terjadi terjadilah, masa depan bukan untuk kita lihat. Biarlah mengalir. Jangan terlalu memikirkan bagaimana masa depanmu kelak namun ukirlah masa mu yang sekarang, jangan takut, jangan menyerah, tetaplah berusaha, namun tetap berserah pada Tuhan”

2.      Iklan Nutrilon
Pemeran dalam iklan ini adalah para balita, wajar, ini iklan susu bubuk. Bukan, inspirasinya bukan kita harus minum susu bubuk  -____- tapi di iklan ini ada semacam puisi yang inspiratif banget seperti ini 
:

klik disini untuk melihat video iklan

I want to live my life to the absolute fullest,
To open my eyes to be all I can be,
To travel roads not taken, to meet faces unknown,
To feel the wind, to touch the stars,
I promise I discover myself
To stand tall with greatness
To chase down and catch every dream
LIVE IS AN ADVENTURE


Kalau versi bahasa Indonesianya kurang lebih begini : Aku ingin menjalani hidupku sepenuhnya, membuka mataku untuk semua kemungkinan, menempuh jalan yang pernah kutempuh, ertemu dengan orang orang baru, untuk merasakan angin dan menggapai bintang, aku berjanji untuk mengetahui siapa diriku, untuk berjalan tegak dengan kejayaan, untuk mengejar dan meraih setiap mimpi, hidup adalah sebuah petualangan.
            Iklan ini menginspirasi ku untuk memiliki jiwa yang bebas namun memiliki idealisme, memiliki tekad bulat dan tujuan serta berusaha untuk mewujudkan setiap mimpi dan cita – cita. Jangan takut pergi ketempat baru   dan menghadapi sesuatu yang baru, karena hidup adalah tantangan, hidup adalah perjuangan.

Terkadang, iklan bisa juga inspiratif gak melulu bikin jadi konsumtif .Itulah dua iklan tv swasta yang paling menginspirasi ku, iklan apa yang paling menginspirasi mu?


Senin, 09 Februari 2015

Go Go sepeda !

Assalamualaikum readers

Kring kring kring ada sepeda, sepeda ku roda dua, kudapat dari Ayah , karena aku yang minta, hehee..

Sepeda..Siapa yang belum pernah naik sepeda? Walaupun sekarang sudah banyak ditinggalkan, namun rasanya hampir sebagian besar populasi manusia di bumi sudah pernah dan bisa mengendarai sepeda. Kecuali mereka yang tinggal di wilayah yang kurang mendukung, seperti di gunung misalnya. Kan tanjakannya tinggi – tinggi dan banyak tuh, kebayang dong capeknya kayak apa , hehe. Bersepeda adalah salah satu olahraga yang menyehatkan, ramah lingkungan sekaligus murah. Waktu yang tepat untuk mengayuh sepedamu adalah di pagi hari selepas subuh karena udara masih segaaar, fresh, sejuk dan asri tanpa yuna haha. Selain itu bisa saat sore hari selepas ashar  dan mencari spot terbaik untuk menikmati cakrawala di kala sunset. Goes dimalam hari juga gak kalah asiknya dong, kayuh pelan - pelan susuri jalanan kota, kemudian mampir di angkringan,  nikmati suasana hangat malam yang bermandikan cahaya warna warni lampu kota ditambah gojekan  bersama teman – teman. Ahh beautiful night…

Aku dan teman-teman sering bersepada bersama, istilah jowonya sih "pit - pitan". Aku sudah pernah mengayuh sepeda sampai ke pantai parangtritis, kwaru, tamansari, alun - alun kidul, paseban, pandan sari dan lain - lain. Belum lama ini, aku dan teman  - teman bersepeda bersama ke kawasan hutan bakau di daerah Baros. Kami berangkat dari rumah jam 05.00 pagi dan hanya berbekal air minum secukupnya. Tapi aku gak bawa sih, cukup minta aja, hehe. Jalanan masih sepi, dedaunan masih dibasahi embun, pemandangan masih sedikit berkabut tapi belum ada asap kendaraan bermotor, hmmm seger pokoknya. Pemandangannya di dominasi warna kehijauan sawah yang terhampar dan pegunungan seribu yang membujur disebelah timur. Ternyata pemandagan pagi itu seindah ini ya, jadi gak kerasa capek ngayuh sepeda sejauh ini. Kalau pakai motor atau mobil pasti kurang bisa menikmati pemandangan di perjalanan kaya gini.

Seperti kehidupan, jalanan yang kami lalui tidak selamanya mulus. Ada beberapa tanjakan yang harus dilalui namun setelahnya selalu ada turunan yang bisa bikin sepeda meluncur jauh dan gak perlu ngayuh lagi. Semakin mendekati hutan bakau, kanan kiri jalan terhampar sawah, jalanan makin tidak terkontrol, bergelombang, dan banyak genangan air, tapi lagi lagi pemandangannya bagus. Disinilah kesabaran saya diuji. Saat sudah di kawasan mangrove, kami melalui jalan setapak yang becek, bahkan sepeda tidak bisa dinaiki karena jalan terlalu becek dan kecil, (berasa offroad haha) aku terpeleset sampai dua kali dan sandal ku jebol. Wahh, padahal jauh banget dari warung, ahyasudahlah, dan berakhir dengan diketawain anak – anak kecil lokal sana karena sandal jebol. Duhh malu. Untungnya, tujuan akhir sudah tinggal beberapa langkah kaki lagi. Ahhhh, pantai, pantai, pantai! Suasananya masih sepi, kami beristirahat sebentar di sebuah gubuk dan digubuk itu aku menemukan keajaiban, jawaban dari doa ku kepada Allah. Alhamdulillah. “Emang nemuin apa sih?” Nemu sandal, iya sandal! Bisa pas gitu, sandalku yang putus yang sebelah kanan, dan aku nemu sandal bekas yang cuma sebelah kanan aja. Ah bahagia memang sederhana, akhirnya gak jadi pulang nyeker walaupun harus pulang dengan sandal slewah, tetap bersyukur dan jangan lupa tetap bahagia, haha.
"Aku benci polusi, aku tak tahan lagi, biarkan sepeda temani alam waktunya kita beraksi!" Potongan lirik lagu Van De Skamaffia yang berjudal Last Friday Ride..
Selalu ada keasikan tersendiri saat kamu mengayuh pedalmu . Go Go sepeda !!


Hai sawah


Akhirnya sampai disini...tujuan akhir sepedaan kali ini



Pulangnya pakai sendal slewah, kaki juga kotor banget hihi,


Kamis, 05 Februari 2015

Kenapa pilih Ilmu Perpustakaan? Awalnya itu begini.......

Assalamualaikum, readers 

Mumpung ini lagi masa – masa mau SNMPTN, pasti banyak temen temen yang bingung nentuin mau masuk  jurusan apa . Mungkin banyak dari temen temen yang milih prodi populer seperti PGSD, kedokteran, HI, Matematika, Bahasa Inggris, Akuntansi dan sebagainya. Wahh, jurusan kuliah ga cuma itu itu aja kok, masih banyak prodi lain yang sama berpotensinya looh. “Lah, ini si authornya masuk jurusan apasih?”Hehe, aku sekarang sedang menempuh pendidikan S1 Ilmu perpustakaan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Nah, aku mau berbagi cerita sedikit tentang awal mula aku masuk ke jurusan ilmu perpustakaan. Bahasa kecenya sih Library and Information Science , tsahhh.

“Ilmu Perpustakaan? Jurusan apa itu? Besok kerjanya cuma nunggu perpustakaan sama nata buku - buku? Hmmm baru tau perpustakaan ada ilmunya.” Mungkin itu yang ada dipikiran temen temen saat pertama dengar jurusan Ilmu Perpustakaan. Eitttss, jangan suudzon duluu ya, ga sedangkal itu kok ilmu nya. Tapi jujur, hal itulah yang dulu pertama  ada dipikiranku. Dulu tidak ada niatan untuk masuk ke jurusan ini. Bahkan saat SNMPTN aku tidak mendaftar di jurusan ini dan untungnya aku gagal di SNMPTN, masih untung, agak kecewa sih sebenernya tapi yasudahlah belum rejeki. Jangankan kepikiran masuk ilmu perpustakaan, ke perpustakaan aja termasuk jarang . Singkat cerita, aku memutuskan untuk bertempur di SBMPTN. Waktu itu jurusan yang jadi pilihan pertamaku adalah pendidikan bahasa inggris kemudian Bapak ngasih wejangan buat masuk Ilmu Perpustakaan. Beliau berkata kalau ilmu perpustakaan itu prospek kerjanya bagus dan sekarang lagi banyak peminatnya. Sebagai anak sholehah ya nurut nurut aja,haha, toh orang tua juga pasti selalu pengen anaknya dapat yang terbaik. Aku langsung search di google tentang ilmu perpustakaan, ternyata di Jogja cuma ada di UIN Sunan Kalijaga. Sempet konsultasi ke beberapa orang dulu baru akhirnya memutuskan untuk daftar di ilmu perpustakaan, dan ternyata keinginan Bapak di ijabah oleh Allah.

Waktu buka pengumuman, aku diterima di Ilmu Perpustakaan. Rasanya? Campur aduk. Bahagia tapi sedih juga karena gagal di pilihan pertama. Tapi mungkin sudah jodoh di ilmu perpustakaan. Awalnya ngerasa tersesat dan enggak nyambung sama jurusan sewaktu SMK yaitu Akuntansi. Ditambah komentar dari orang – orang yang nanya kuliah jurusan apa. Mulai dari “Besok masa depannya gimana?”, “Ga ada jurusan lain?” duh untung hati ku tabah, haha. Tapi setelah masuk kuliah, ternyata ilmu yang dipelajari banyak banget, bahkan mahasiswa dituntut supaya akrab dengan TI dan dituntut TIDAK gaptek.Enggak cuma itu, banyak juga kuliah agamanya biar nanti jadi pustakawan profesional yang sholeh-sholehah hehe. Alhamdulillah sekarang sudah sampai di semester 4 dan semakin betah, semakin mantap, semakin yakin prospek kedepannya bagus dan makin cinta sama jurusan Ilmu Perpustakaan plus perpustakaan nya juga dong dan sudah percaya diri bilang “Saya mahasiswa Ilmu Perpustakaan” . Jadi bersyukur,  semacam merasa tersesat di jalan yang benar haha . Kenapa? Karena dulu yang awalnya ngerasa tersesat malah sekarang menemukan kenyamanan. Percaya kalau ini jalan terbaik, harus kerjakan dengan sungguh – sungguh dan buktikan kepada mereka yang dulu sempat meragukan.


Faktor lain yang bikin bahagia  di Ilmu Perpustakaan